Kawasan legendaris Jalan Braga kini tak hanya hidup di malam hari. Memasuki awal tahun 2026, kawasan cagar budaya ini bertransformasi menjadi pusat tren kuliner pagi atau brunch yang menarik minat wisatawan lokal maupun luar daerah.
Pantauan di lapangan pada Senin (26/1/2026) pagi, deretan kafe bergaya vintage-modern yang menempati bangunan kolonial mulai dipadati pengunjung sejak pukul 08.00 WIB. Fenomena ini menandai pergeseran gaya hidup masyarakat Bandung yang kini lebih gemar menikmati suasana kota tua sambil menyantap hidangan berkualitas sebelum memulai aktivitas.
Sentuhan Fusi di Gedung Bersejarah
Daya tarik utama dari tren ini adalah perpaduan antara arsitektur klasik Jalan Braga dengan menu makanan modern. Beberapa kafe menawarkan menu fusi yang unik, seperti Croissant dengan isian tradisional Jawa Barat hingga kopi artisan yang bijinya diambil langsung dari pegunungan di sekitar Bandung Raya.
“Suasananya beda sekali. Makan di dalam bangunan bersejarah dengan pemandangan lalu lalang Jalan Braga memberikan pengalaman yang sangat Instagramable,” ujar Shanty, salah satu pengunjung asal Jakarta yang sedang berwisata di Bandung.
Magnet bagi Digital Nomad dan Pekerja Kreatif
Tidak hanya wisatawan, tren brunch di Braga juga menjadi magnet bagi para pekerja kreatif dan digital nomad. Fasilitas internet cepat dan suasana yang tenang di pagi hari menjadikan kafe-kafe di area ini sebagai “kantor kedua” yang ideal.
Pemerintah Kota Bandung sendiri terus berupaya menjaga kenyamanan kawasan ini dengan melakukan penataan trotoar dan pengaturan parkir yang lebih tertib, guna memastikan Jalan Braga tetap nyaman bagi pejalan kaki.
Tips Berkunjung ke Braga di Pagi Hari:
- Waktu Terbaik: Datanglah antara pukul 08.00 hingga 10.00 WIB untuk menghindari antrean panjang.
- Parkir: Gunakan kantong parkir resmi di sekitar Jalan Naripan atau area parkir gedung di dekatnya untuk menghindari kepadatan.
- Cek Menu: Banyak kafe di Braga menawarkan promo paket sarapan khusus di hari kerja (weekday).
